Menindak lanjuti Surat Rektor No B/2173/UN16.R/KM.05/2025, maka disampaikan sebagai berikut persyaratan dan administrasi yang harus dilengkapi oleh mahasiswa yang akan mengajukan permohonan keringanan UKT 50 % Semester Genap 2025/2026.
silahkan mengisi link ini DOWNLOAD
Adapun Berkas yang diserahkan ke Fakultas dan diupload sebagai berikut :
KERINGANAN PEMBAYARAN UKT 50% (untuk Mahasiswa S1 Minimal Semester 9/telah menempuh pendidikan minimal 8 semester)
1. Surat Permohonan Dekan (Download)
2. Surat Penyataan Hanya Mengambil 6 SKS (Download)
3. Transkrip Nilai Akademik yang di tandatangani Ketua Departemen
Pengisian Formulir format file pdf dengan nama file (NAMA_NIM_PRODI_KATEGORI USULAN UKT) dan pengumpulan berkas permohonan dikirimkan ke Bag. Akademik & Kemahasiswaan FTI terakhir 08 Januari 2026 pukul 16.00 WIB

Padang, 18–19 Desember 2025 — Departemen Informatika, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Andalas melaksanakan kegiatan Konsinyering Akreditasi LAM INFOKOM yang berlangsung selama dua hari, pada Kamis–Jumat, 18–19 Desember 2025, bertempat di Ruang Rapat FTI Universitas Andalas.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Teguh Nurhadi Suharsono, S.T., M.T. sebagai narasumber utama. Konsinyering bertujuan untuk mempersiapkan dan memantapkan dokumen akreditasi program studi sesuai dengan standar Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM).
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh Sekretaris Departemen Informatika, serta sambutan dan pembukaan resmi oleh Dekan FTI Universitas Andalas. Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada pembahasan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS), dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama tim akreditasi. Pada sesi siang, pembahasan berlanjut pada Standar C Laporan Evaluasi Diri (LED) akreditasi.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pembahasan Standar A, B, dan D LED Akreditasi. Sesi ini kembali diikuti dengan diskusi dan tanya jawab guna memastikan kesesuaian dokumen dengan kriteria dan indikator penilaian LAM INFOKOM. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan penutupan resmi oleh Ketua Departemen Informatika.
Melalui kegiatan konsinyering ini, Departemen Informatika FTI Universitas Andalas berharap dapat meningkatkan kualitas dokumen akreditasi serta memastikan kesiapan program studi dalam menghadapi proses akreditasi LAM INFOKOM. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen FTI Unand dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di bidang informatika.

Padang, 27 Oktober 2025 — Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Andalas menyelenggarakan Kuliah Bersama Praktisi bertajuk “A Good Model Is Not Enough: Understanding the AI Project Life Cycle in Research” pada Senin, 27 Oktober 2025.
Kegiatan ini menghadirkan Ir. Kuncahyo Setyo Nugroho, S.Kom., M.Kom., IPP., seorang NVIDIA University Ambassador & Certified Instructor, sekaligus AI Researcher di Bina Nusantara University.
Acara berlangsung di Ruang Seminar Gedung F Lt. 2, FTI Unand, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta peneliti yang tertarik mendalami pengembangan proyek kecerdasan buatan (AI) dalam konteks riset.
Dalam kuliah tersebut, narasumber membahas secara mendalam bagaimana sebuah proyek AI tidak hanya bergantung pada model yang baik, tetapi juga memerlukan pemahaman menyeluruh terhadap siklus hidup proyek AI (AI Project Life Cycle) — mulai dari tahap perencanaan, pengumpulan data, pelatihan model, hingga penerapan dan evaluasi di dunia nyata.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara FTI Universitas Andalas dan NVIDIA, bekerja sama dengan Bina Nusantara University, melalui pusat riset Artificial Intelligence Research & Development Center (AIRDC) dan Bioinformatics & Data Science Research Center (BDSRC).
Melalui program ini, mahasiswa FTI Unand berkesempatan untuk belajar langsung dari praktisi industri dan peneliti aktif di bidang kecerdasan buatan. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam memahami proses riset berbasis AI serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia teknologi yang terus berkembang.